[Editorial Allkpop]

Saya jarang mendiskusikan topik2 serius di allkpop TV Guide. Tapi minggu lalu, sesuatu yang benar2 besar terjadi, sesuatu yang layak untuk dibahas – dan itu, sayangnya, sama sekali tidak diinginkan untuk terjadi.

Yang saya bicarakan tentu saja, pernyataan yang disampaikan oleh duo hip-hop Leessang bahwa mereka akan mengakhiri semua keterlibatan mereka di program2 variety, dengan Gil di ‘Infinity Challenge‘ dan Gary di ‘Running Man’. Ini merupakan reaksi atas hujatan2 yang mereka terima terkait sebuah konser (‘Super 7‘), menampilkan member2 ‘Infinity Challenge’, yang diproduseri oleh Leessang Company.

Pertama2, inilah gambaran singkat semua yang terjadi :

Leessang Company (sebuah perusahaan yang terpisah dari duo hip-hop Leessang, meskipun dikelola oleh mereka) mengumumkan konser ‘Super 7′ beberapa bulan lalu, menampilkan member2 Infinity Challenge, sebagai sebah project untuk fans loyal yang telah setia menantikan mereka selama MBC mengalami pemogokan.

Masalah dimulai beberapa hari lalu, saat Leessang Company mengumumkan struktur harga tiket konser. Tiket termahal – VIP – dihargai 130,000 won (sekitar 115 USD), dan VIP seats mencakup hampir setengah dari seluruh seating area.

Reaksi yang segera muncul keras dan berlebihan; bahkan tiket untuk konser2 termahal di Korea tak sampai lebih dari 100,000 won, dan di luar itu – khususnya untuk menonton sekumpulan komedian yang bukan artis2 profesional – tampaknya terlalu mahal. Seating map juga aneh, dengan semua area2 termahal mencakup setengah dari keseluruhan seat yang dijual. Banyak penonton mengkritik aturan harga ini sebagai maksud dari Leessang Company untuk mematikan konser tersebut, dengan menggunakan member2 ‘Infinity Challenge’ di dalam prosesnya.

Menanggapi respons negatif yang berlebihan ini, Leessang Company pun mengumumkan penurunan harga, dari 130,000 won menjadi sekitar 90,000 won dan menghapus tiket2 VIP.

Berikut seating chart setelah direvisi, dengan VIP seat2 dihilangkan :

Meski begitu, bagi beberapa orang, ini justru membuktikan tuduhan awal mereka : bahwa Leessang Company telah menaikkan harga awal untuk meraup keuntungan.

Alasannya seperti ini : karena ‘Super 7′ berkaitan dengan ‘Infinity Challenge’, dan karena selama ini sebagian besar konser2 mereka gratis (contohnya West Coast Highway Music Festival 2011), maka konser ‘Super 7′ seharusnya juga gratis, atau setidaknya, berharga sedang. 130,000 won terlalu jauh dari harga sedang.

Dengan hujatan2 yang menyebar melalui internet (sebagian besar ditujukan pada Leessang, tapi juga pada member2 Infinity Challenge lainnya – termasuk, Yoo Jae Suk), hal yang tak disangka terjadi : Leessang Company mengumumkan pembatalan penuh dan segera konser ‘Super 7’, Gil mengumumkan bahwa dia akan keluar dari ‘Infinity Challenge’, dan Gary akan keluar dari ‘Running Man’.

[Contoh komentar2 hujatan lain *dikutip dari enewsworld]

Gary pernah membalas tweet netizen yang menggunakan ID soul*****, sebagai berikut , “Kami sudah menyerah. Kalian semua benar2 tidak sopan, kalian tahu,” memberikan mention langsung kepada netizen itu melalui twitternya.

User itu mengirimkan Gary komentar2 jahat seperti, “Kenapa Leessang Company yang memproduseri ‘Super 7’? Apa kalian berusaha untuk melunasi gedung kalian dengan uang itu? Aku akan memahami jika kalian mendonasikan keuntungan2nya. SEMUA keuntungannya…” dan “Kenapa Leessang Company memproduseri sebuah konser yang berarti untuk fans yang menantikan Infinity Challenge (setelah lama mogok)? Itu cuma membuat Gil tampak seperti seorang pria yang gila uang.”

Setelah Gil dan Gary mengumumkan kepergian mereka dari acara masing2, netizen dan fans lain mencari netizen ini dan mencari tahu orang di balik ID ini. Setelah itu, soul***** meminta maaf melalui twitter, “Saya benar2 minta maaf. Saya minta maaf telah bertindak tidak dewasa.”

Meski begitu, netizen masih khawatir apakah Leessang benar2 akan meninggalkan karir variety mereka.

Jika ini terlihat seperti reaksi yang berlebihan bagi orang lain, karena memang itulah yang terjadi.

Pertama, kritik2 untuk harga tiket tidak mempertimbangkan dua hal penting : 1) konser ini tidak didanai oleh MBC atau ‘Infinity Challenge’, dan merupakan proyek yang berdiri sendiri, yang didanai oleh para member sendiri, dan 2) konser tersebut akan menampilkan beberapa artis paling terkenal di Korea, termasuk Psy, Sweet Sorrow, Bada, dan Kim Jang Hoon.

Kedua, orang2 di balik hujatan2 itu adalah minoritas yang sangat kecil, dan tentu saja tidak mewakili pendapat mayoritas fans dan penonton ‘Infinity Challenge’.

Sederhananya, tindak kasar oleh minoritas disangka menjadi reaksi mayoritas. Cukup besar bagi Leessang Company untuk mulai mendengarkan, dan menyimpulkan bahwa ini adalah apa yang fanbase percaya dan inginkan.

Istilah ‘silent majority’ akan sangat tepat dalam kasus ini; sebagian besar fans ‘Infinity Challenge’ telah puas dengan penurunan harga tiket sebelumnya, dan siap untuk mengeluarkan uang mereka demi menonton show menakjubkan tersebut. Mereka menepis para minoritas sebagai penjahat2 yang tidak rasional – dan karena itu, memberi mereka ruang yang jelas untuk meneriakkan semua yang mereka inginkan tanpa gangguan. Dan di suatu tempat, suara2 mereka (minoritas yang mengkritik) mencapai Gary dan Gil – yang tidak memberikan respons bagus.

Maka, yang terjadi adalah, minoritas mengalahkan mayoritas, menguasai semua diskusi logis yang berlangsung. Ini benar2 trend yang sangat bermasalah, dan sesuatu yang tak asing lagi : contohnya bisa kita lihat pada kasus Tablo dan T-ara, dan sekarang terjadi pada Leessang (dan Leessang Company).

Dan ini tak hanya terjadi di Korea Selatan. Meskipun banyak fans internasional menganggap diri mereka lepas dari fans domestik jika membahas tentang rasionalitas, berapa banyak dari kita yang dengan segera menyalahkan T-ara saat berita2 yang belum jelas kebenarannya menyebar? Saya ingat membaca sebuah komentar, di sini di allkpop, bahwa artinya hampir sama dengan “Jadi seperti ini rasanya menjadi seorang antifan.”

Hal yang paling membuat depresi adalah komentar itu menjadi salah satu top-rated comments di artikel itu.

Bahkan saat seorang rekan saya (TheProphetBlog) menulis sebuah editorial allkpop yang meminta netralitas dan kesabaran, komentar2nya dipenuhi dengan – coba tebak? – komentar2 yang memancing amarah dan argumen2 tak rasional. News flash : kami sedikit lebih baik daripada mereka.

Sulit untuk mengetahui kepergian Leessang akan memberikan efek seperti apa terhadap program2 variety mereka (dan menurut selentingan, kepergian Gary dari ‘Running Man’ masih menjadi bahasan seru, dengan banyak orang berusaha meyakinkannya untuk tetap bertahan) – tapi jika saya harus menerka dengan agak berani, ‘Infinity Challenge’ akan sedikit terpengaruh daripada saingannya di SBS itu, jika hanya karena Gil (jika harus dikatakan terus terang) keluar dengan airtime sedikit. Namun, menyakitkan melihatnya keluar dengan cara seperti ini.

Bukan berarti ‘Infinity Challenge’ tidak memiliki masalah mereka sendiri; masalah mereka sangat banyak, dengan ‘skandal konser’ yang membebani pikiran para member. Tampaknya kita akan melihat perubahan besar dalam hubungan para member dan dinamika karakter di kedua program, jika Leessang benar2 keluar dari dunia pertelevisian.

Karena semua sudah terlanjur dikatakan dan dilakukan, hal yang paling penting untuk dilakukan sekarang adalah melihat ke depan. Kita bisa menantikan bagaimana acara2 itu akan menyesuaikan perubahan tiba2 ini terhadap para cast dan suasananya. Tapi yang lebih penting, kita bisa memetik sebuah pelajaran berharga melalui insiden ini : tahan amarahmu sampai bukti2 yang masuk akal disajikan, atau lebih baik lagi, sama sekali jangan tersulut amarah. Ada begitu banyak event, acara, dan bakat yang terbuang sia2, hanya karena seseorang di internet berteriak “serang!” dan pikiran2 yang tersulut mendengarkan.

pelajaran juga buat kita,, think first (even twice or trice if needed) before act rudely and harm the others. ><

credit : allkpop & enewsworld

indo trans : kikawaiii